Penjualan Ritel Indonesia Februari 2026 Tumbuh 6,5% Tahun-ke-Tahun Dibandingkan 5,7% Sebelumnya
Penjualan Ritel Indonesia untuk bulan Februari 2026 naik 6,5% tahun-ke-tahun yang lebih tinggi dari 5,7%% pda Januari 2026 dan prakiraan 5,9%. Pertumbuhan pada periode pelaporan didorong oleh peningkatan penjualan pada mayoritas kelompok, terutama Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Kelompok Makanan,Minuman,dan Tembakau dan Subkelompok Sandang, seperti dilansir oleh Bank Indonesia (BI).
Pada basis bulanan, Penjualan ritel Indonesia bulan Februari 2026 tumbuh sebesar 4,1%, dibandingkan kontraksi 2,7% pada bulan sebelumnya. Peningkatan pada bulan pelaporan didukung kinerja Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Subkelompok Sandang yang bersamaan dengan kenaikan permintaan saat periode bulan Ramadan.
Reaksi Pasar
USD/IDR diperdagangkan di 17.115 yang tidak berubah pasca rilis penjualan ritel. Pasangan mata uang ini berada di level tertinggi sepanjang sejarah yang diraih pada Jumat lalu.
Indikator Ekonomi
Penjualan Ritel (Thn/Thn)
Data Penjualan Ritel, dirilis oleh Statistik Indonesia, mewakili total pembelian konsumen dari toko ritel. Ini memberikan informasi berharga tentang pengeluaran konsumen yang merupakan bagian konsumsi dari PDB. Meningkatnya penjualan ritel menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Namun, jika kenaikannya lebih besar dari perkiraan, mungkin inflasi.
Baca lebih lanjut