Artık bundan sonra biz Elev8’iz

Biz yalnızca bir aracı kurumdan fazlasıyız. Analiz etmek, işlem yapmak ve büyümek için ihtiyacınız olan her şeyi tek bir yerde sunan, hepsi bir arada bir işlem ekosistemiyiz. İşlem deneyiminizi bir üst seviyeye taşımaya hazır mısınız?

Harga Emas India Hari ini: Emas Stabil, menurut Data FXStreet

Harga Emas tetap relatif tidak berubah di India pada hari Jumat, menurut data yang dikompilasi oleh FXStreet.

Harga Emas berada di 14.363,95 Rupee India (INR) per gram, relatif stabil dibandingkan dengan INR 14.349,95 pada hari Kamis.

Harga Emas relatif stabil di INR 167.541,00 per tola dari INR 167.375,00 per tola sehari sebelumnya.

Unit ukuran

Harga Emas dalam INR

1 Gram

14.363,95

10 Gram

143.641,80

Tola

167.541,00

Troy Ounce

446.769,20

FXStreet menghitung harga Emas di India dengan mengadaptasi harga internasional (USD/INR) ke mata uang lokal dan unit pengukuran. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan kurs pasar yang diambil pada saat publikasi. Harga hanya sebagai referensi dan kurs lokal dapat sedikit berbeda.

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

(Alat otomatisasi digunakan dalam pembuatan posting ini.)

Prakiraan Harga NZD/USD: Diperdagangkan di Bawah 0,5900 karena Para Pembeli Tampak Ragu di Tengah Sentimen Hati-Hati

Pasangan mata uang NZD/USD diperdagangkan dengan bias negatif ringan untuk 2 hari berturut-turut dan tetap melemah di bawah level 0,5900 sepanjang sesi Asia pada hari Jumat
Devamını oku Previous

AUD/JPY Mendapatkan Traksi di Atas 114,00 saat Taruhan Kenaikan Suku Bunga RBA Meningkat

Pasangan mata uang AUD/JPY diperdagangkan di wilayah positif selama lima hari berturut-turut di sekitar 114,30 selama awal sesi Eropa pada hari Jumat. Dolar Australia (AUD) menguat terhadap Yen Jepang (JPY) karena sikap hawkish Reserve Bank of Australia (RBA)
Devamını oku Next